Bahaya dan Risiko Transfusi Darah Serta Komplikasinya

Sebaiknya Anda mengetahui beberapa bahaya dan risiko transfusi darah serta komplikasi yang bisa terjadi sebelum Anda memutuskan untuk melakukan transfusi darah.

Ada beberapa kondisi yang mengharuskan seseorang melakukan transfusi darah, beberapa diantaranya:

  1. Orang yang akan menjalani operasi
  2. Menderita gagal hati atau kerusakan hati yang parah
  3. Menderita kanker
  4. Kekurangan darah akibat melahirkan
  5. Penderita thalasemia

Bahaya dan Risiko Transfusi Darah Serta Komplikasinya

Bahaya Risiko Transfusi Darah

Selain manfaatnya, Anda juga harus paham dengan bahaya dari transfusi darah serta peningkatan risiko untuk menderita penyakit lain yang lebih parah, termasuk penyakit hepatitis dan HIV.

Selain HIV dan hepatitis (B dan C), infeksi lain yang dapat menular melalui darah adalah malaria, Babesiosis dan penyakit lyme.

Meskipun calon pendonor akan melalui pemeriksaan, beberapa kesalahan bisa saja terjadi, sehingga seseorang dengan infeksi bisa lolos dari pemeriksaan.

Selain risiko penularan penyakit infeksi di atas, beberapa bahaya dan risiko transfusi darah lainnya yang harus Anda waspadai meliputi:

  1. Kelebihan zat besi yang dapat mempengaruhi kesehatan jantung dan hatu
  2. Kelebihan cairan di dalam tubuh penerima darah yang bisa mengakibatkan jantung tidak bisa memompa darah secara maksimal
  3. Mengalami cedera paru
  4. Reaksi lainnya dari melakukan transfusi darah adalah demam yang bisa terjadi selama atau sesudah proses transfusi darah dilakukan
  5. GVHD atau Graft-versus-host Disease, yakni sel-sel darah putih bisa menyerang jaringan tubuh si penerima darah

Komplikasi Transfusi Darah

Anda juga harus tahu, bahwa tranfusi darah bisa mengakibatkan terjadinya gagal ginjal, dan untuk mengatasinya, Anda harus melakukan cuci darah.

Di kutip dari laman detik health, Dr.dr.Yuyun Soedarmono, MSc, Direktur Unit Donor Darah Pusat PMI mengatakan jika penerima donor bisa mengalami gagal ginjal jika tidak mendapatkan darah yang cocok, misalnya salah golongan.

Kondisi tersebut pernah terjadi, “Misalnya golongan A dikasih B karena katakan suster salah melihat catatannya. Akibatnya, bisa lisis (pecah) ya, sel darah merahnya jadi pecah, terus ginjalnya kerja berat, bisa gagal ginjal dan untuk mengatasinya ya harus cucui darah,” papar dr Yuyun.

Komplikasi transfusi darah yang juga harus Anda waspadai:

  1. Reaksi alergi
  2. Keracunan sitrat
  3. Kontaminasi bakteri. Jika pasien penerima darah mendapat trombosit yang sudah terkontaminasi bakteri, sesudah transfusi dimulai, penerima darah terancam menderita penyakit yang lebih serius

Bahaya transfusi darah lainnya adalah reaksi hemolitik kekebalan akut. Umumnya, reaksi hemolitik kekebalan akut terjadi ketika golongan darah donor dan pasien tidak cocok. Antibodi pasien menyerang sel-sel darah merah yang ditransfusikan, menyebabkan mereka mematahkan (hemolyze) dan melepaskan zat-zat berbahaya ke dalam aliran darah.

Nah, demikianlah informasi mengenai bahaya risiko transfusi darah dan komplikasinya yang bisa saya share di sini. Semoga bisa menjadi referensi sebelum Anda melakukan transfusi darah.

Baca Juga : Cara Mengobati Thalasemia Tanpa Transfusi Darah

Salam Sehat
By : Obat Ambeien Alami