Penyebab Miom Rahim

Pernahkah Anda mencari tahu penyebab miom rahim sebelumnya? Perlu Anda ketahui, mengetahui penyebab suatu penyakit sangatlah penting. Sehingga, Anda bisa menekan risiko untuk menderita penyakit tersebut.

Selain kista dan kanker, rahim juga bisa terkena miom, yaitu tumor jinak dari pertumbuhan abnormal sel-sel otot rahim.

Penyebab Miom

Miom seberat 33 Kg yang berhasil dikeluarkan dengan operasi oleh Dr. Erik Hanson Viana

Miom ini bisa tumbuh lebih dari satu. Dan, jika tidak segera ditangani, ukuran miom ini bisa semakin membesar dan mempengaruhi kesehatan organ reproduksi dan organ di sekitarnya, termasuk membuat penderita kesulitan untuk hamil.

Maka dari itu, selain gejalanya, Anda juga perlu mengetahui penyebab dan faktor lainnya yang dapat meningkatkan risiko untuk menderita penyakit miom ini.

Baca Juga : Mengenal Gejala dan Cara Pengobatan Miom Secara Alami

Penyebab Miom Rahim

Adanya miom pada rahim dapat mengganggu siklus menstruasi penderita. Rasa nyeri pada saat periode menstruasi dan darah yang keluar lebih banyak dari biasanya adalah salah satu gejala dari penyakit miom. Pada ukuran yang lebih besar, miom harus segera diangkat dengan cara operasi.

Penyebab miom secara pastinya memang belum diketahui sampai sekarang. Namun, ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi dan meningkatkan risiko wanita untuk menderita penyakit miom rahim ini. Beberapa diantaranya meliputi:

Ketidakseimbangan Hormon

Pemicu penyakit miom yang pertama adalah hormon yang tidak seimbang. Perubahan hormon selain berperan penting dalam siklus menstruasi, juga dapat berpotensi menyebabkan tumbuhnya miom ketika hormon yang tidak seimbang menyebabkan penebalan pada lapisan dinding rahim.

Ketidakseimbangan hormon ini juga bisa terjadi pada saat kehamilan. Jika memang ditemukan miom saat masa kehamilan, dokter bisa memberikan keputusan perawatan untuk mengatasi berbagai efek hamil dengan miom.

Faktor Genetik / Keturunan

Risiko untuk menderita miom juga lebih besar pada wanita yang memiliki riwayat penyakit yang sama di dalam keluarga inti, misalnya ibu atau saudara perempuan.

Melakukan pemeriksaan organ reproduksi secara berkala dan melakoni gaya hidup yang sehat dapat menekan risiko Anda untuk menderita penyakit miom.

Obesitas

Berat badan yang berlebih juga dapat mempengaruhi risiko Anda untuk menderita penyakit miom, lho. Hal ini karena penderita obesitas memiliki peluang lebih besar untuk mengalami masalah estrogen atau ketidakseimbangan hormon sebagai pemicu utama penyakit miom.

Faktor Usia

Satu dari tiga wanita yang berusia 30 sampai 50 tahun memiliki risiko untuk menderita miom rahim. Pada usia produktif ini, hormon estrogen masih bisa naik turun, beda halnya dengan usia lanjut yangs udah memasuki menopause. Pada usia menopause produksi hormon estrogen sudah berkurang.

Faktor Lainnya

Selain faktor-faktor di atas, penyakit miom rahim juga bisa dipicu oleh kondisi lainnya, seperti: Warna kulit lebih gela, eperti pada ras Afrika-Amerika, Konsumsi minuman keras, pertama kali menstruasi pada usia di bawah 12 tahun, lebih banyak konsumsi daging merah ketimbang sayuran dan buah-buahan, konsumsi pil KB, dan penyakit lainnya, seperti:

  1. Adenomyosis
  2. Hiperplasia endometrium
  3. Polip endometrium
  4. Infeksi

Nah, itulah beberapa penyebab miom rahim yang sebaiknya Anda ketahui. Sebagai upaya pencegahan, Anda bisa merubah gaya hidup Anda menjadi lebih sehat, mengurangi konsumsi makanan cepat saji dan berlemak, memperbanyak konsumsi sayuran, buah, dan susu, serta berolahraga secara rutin dan teratur.

Anda juga disarankan untuk mengelola stres dan istirahat dengan cukup, minimal 7-8 jam sehari.

Terima kasih telah menyimak artikel kesehatan di atas. Semoga bermanfaat dan bisa membantu Anda terhindar dari penyakit miom ini (Aamiin).

Salam Sehat
Posted By : qncobatasamurat.com

Penyebab Miom

Add Comment

Required fields are marked *. Your email address will not be published.