Cara Penularan Hepatitis B

Anda sebaiknya tahu bagaimana cara penularan hepatitis B, sehingga Anda bisa terhindar dari penyakit mematikan tersebut.

Kenapa saya bilang mematikan? Karena, penyakit peradangan hati yang disebabkan oleh HBV ini bisa berkembang menjadi sirosis bahkan kanker hati apabila tidak segera ditangani.

Jika sudah begitu, hati akan mengalami kerusakan dan fungsinya juga akan terganggu. Ini sangat fatal sekali. Jadi, lebih baik melakukan pencegahan sedini mungkin.

Inilah Beberapa Cara Penularan Hepatitis B

Penderita hepatitis B sendiri selalu meningkat setiap tahunnya, termasuk di Indonesia. Padahal, jika kita tahu cara penularannya, angka kenaikan ini bisa di cegah.

Cara Penularan Hepatitis B

Penyakit yang disebabkan oleh infeksi HBV ini dapat menular atau ditularkan melalui darah dan cairan tubuh, termasuk cairan vagina dan sperma. Maka dari itu, melakukan seks berisiko seperti tanpa menggunakan kondom juga dapat menjadi sarana penularan penyakit hepatitis B.

Di bawah ini ada beberapa cara penularan hepatitis B yang sebaiknya Anda ketahui. Sehingga, Anda bisa terhindar dari penyakit hepatitis B ini.

Baca juga informasi lainnya : Tanda dan Gejala Penyakit Hepatitis B

1). Melalui Cairan Tubuh

Aktivitas seksual yang beresiko dapat menjadi media penularan virus HBV yang menjadi penyebab penyakit hepatitis B. Beberapa risiko tersebut meliputi:

  1. Berhubungan tanpa menggunakan pengaman atau kondom
  2. Memiliki lebih dari satu pasangan seksual
  3. Sering melakukan hubungan intim dengan orang yang berpotensi terinfeksi hepatitis B, termasuk PSK
  4. Penularan hepatitis B selain melalui penetrasi ke vagina, juga dapat menular melalui anal, oral, dan ciuman (saat bertukar saliva)

Perilaku seks yang sehat serta setia pada pasangan Anda dapat menekan risiko untuk terkena hepatitis B.

2). Melalui Darah

Cara penularan hepatitis B selanjutnya adalah melalui darah. Sama halnya dengan HIV/AIDS, virus HBV juga dapat menular melalui darah. Selain transfusi darah dari orang yang terinfeksi hepatitis B, penularan juga dapat melalui:

  1. Jarum suntik yang tidak steril atau sudah terkontaminasi, baik itu jarum kesehatan yang digunakan untuk keperluan medis maupun jarum tato, tindik, atau jarum yang sering digunakan saat menggunakan obat-obatan terlarang secara bersama-sama.
  2. Darah juga dapat tertinggal pada benda-benda tertentu, seperti sikat gigi, gunting cukur, gunting kuku, dan barang lainnya. Menggunakan barang pribadi bersama-sama dengan orang lain juga dapat meningkatkan risiko Anda tertular virus HBV.

3). Dari Ibu Ke Bayi Saat Persalinan

Secara vertikal, penularan hepatitis B juga bisa terjadi dari ibu kepada bayinya melalui persalinan atau segera setelah persalinan. Namun, Anda tidak perlu khawatir. Dokter atau bidan yang menangani persalinan Anda akan mengupayakan yang terbaik.

Satu lagi, perawatan di salon kecantikan seperti meni-pedi, perawatan akupuntur, dan perawatan gigi di klinik yang menggunakan alat tidak steril juga bisa meningkatkan risiko Anda untuk tertular virus HBV. Jadi, sebaiknya Anda lebih memperhatikan klinik gigi atau salon yang akan Anda kunjungi.

Nah, itulah beberapa cara penularan hepatitis B yang sebaiknya Anda ketahui. Penularan dapat dicegah dengan menghindari perilaku di atas. Dan tentunya, menjalani gaya hidup yang sehat, istirahat cukup, serta mengelola stres.

Terima kasih sudah menyiamk artikel kesehatan di atas. Semoga, melalui artikel ini Anda bisa segera melakukan pencegahan dengan menghindari faktor-faktor penularan hepatitis B di atas.

SALAM SEHAT
By : qncobatasamurat.com

Cara Penularan Hepatitis B