Biaya Operasi Kista Ovarium dan Efek Samping Setelah Melakukan Operasi

Biaya operasi kista ovarium yang tidak sedikit menjadi salah satu pertimbangan sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.

Mungkin, tidak masalah bagi mereka dengan kemampuan finansial menengah ke atas. Tapi… bagi penderita kista ovarium dengan kelas ekonomi ke bawah menjadi masalah tersendiri.

Biaya Operasi Kista Ovarium

Nah, di samping itu, metode operasi untuk mengangkat kista ovarium juga ada beberapa jenis. Yakni:

  1. Operasi kista ovarium konvensional, dan
  2. Operasi kista ovarium dengan Laparoskopi

Tentunya, kedua jenis tindakan pembedahan di atas memiliki keuntungan yang berbeda. Dari segi harga, biaya operasi kista ovarium dengan laparoskopi biasanya lebih mahal.

Dan, bagi Anda yang sedang mencari referensi mengenai kisaran biaya yang harus dikeluarkan untuk melakukan operasi kista ovarium, rangkuman di bawah ini semoga bisa membantu Anda.

Inilah Biaya Operasi Kista Ovarium Di Beberapa Rumah Sakit DI Indonesia

Beberapa Rumah Sakit Besar di Indonesia, seperti di Jakarta, Bandung, Tasikmalaya, Medan, Bekasi, Aceh, Palembang, Makassar, Yogyakarta, Semarang, dan kota besar lainnya sudah menyediakan fasilitas untuk operasi kista ovarium.

Sebelumnya, Anda harus konsultasi dulu dengan dokter yang menangani Anda. Sehingga, Anda akan diarahkan untuk menggunakan metode apa dilihat dari kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan.

Umumnya, biaya operasi kista ovarium di tiap Rumah Sakit berbeda. Tergantung dari kelas dan metode operasi yang di ambil. Biaya operasi kista ovarium secara konvensional biasanya berkisar antara 11 juta sampai dengan 19 jutaan. Sementara dengan laparoskopi lebih mahal. Yakni, kisaran dari 24 juta sampai 50 jutaan.

Biaya tersebut belum termasuk biaya sewa kamar, konsultasi pasca operasi, dan obat-obatan.

Keuntungan dari operasi dengan metode laparoskopi adalah luka sayatan yang lebih kecil. Yakni, hanya 1-1,5 cm.

Baca Juga : Makanan Untuk Penderita Kista Ovarium

Apakah Biaya Operasi Kista Ovarium Bisa Ditanggung BPJS ?

Seperti penyakit lainnya, agar biaya operasi kista ovarium dapat ditanggung oleh BPJS, Anda harus mengikuti prosedur yang sudah di tetapkan oleh BPJS, seperti:

  1. Memulai pemeriksaan dari faskes tingkat 1
  2. Jangan Sekali-kali Meminta Surat Rujukan atas permintaan sendiri
  3. Jika Kondisi Emergency bisa langsung menuju IGD rumah sakit
  4. Koordinasi dengan pihak rumah sakit sebelum melakukan operasi
  5. Pilihlah rumah sakit pemerintah yang sudah bekerjasama dengan BPJS
  6. Kartu BPJS anda harus dalam keadaan aktif

Jika Anda ingin naik kelas perawatan, Anda harus siap dengan tambahan biayanya.

Demikianlah informasi mengenai biaya operasi kista ovarium di atas kami sampaikan. Semoga dapat membantu Anda dalam menentukan keputusan terbaik untuk menangani penyakit kista ovarium yang Anda atau istri Anda derita.

Apa Sajakah Efek Samping Setelah Melakukan Operasi Kista Ovarium ?

Operasi yang dilakukan untuk mengangkat kista ovarium tidak sepenuhnya menjamin bahwa kista tidak akan tumbuh lagi. Faktanya, pada beberapa pasien yang telah melakukan operasi, kista masih bisa tumbuh lagi.

Selain itu, ada beberapa dampak negatif atau efek samping lainnya yang bisa Anda rasakan pasca melakukan operasi pengangkatan kista ovarium ini. Beberapa diantaranya adalah:

  1. Infeksi
  2. Pendarahan pada rahim
  3. Terbentuknya jaringan parut, baik pada lokasi pembedahan, indung telur, atau di area panggul
  4. Pembekuan darah
  5. Infertilitas
  6. Kerusakan pada usus besar atau kecil saat operasi
  7. Peningkatan risiko hipotermia dan trauma peritoneal
  8. Gangguan pada paru-paru karena tidak bisa mentolerir pneumoperitoneum (gas dalam rongga perut)

Suported Post By:

Obat Herbal Kista Ovarium

Biaya Operasi Kista Ovarium dan Efek Samping Setelah Melakukan Operasi